Rabu, Oktober 31, 2012

10.#414 di Raut Wajahmu, Pelangi tak Kukenal Lagi

Penulis Day Milovich | Rabu, Oktober 31, 2012 | 00.43.00 |

di raut wajahmu, pelangi tak kukenal lagi. jati meranggas. jalan setapak, bercabang memilih ruas. jejak orang-orang, terkenang. menjadi nama, menjadi kata. bulan mentusir bayang sepanjang jalan. betapa setia bayang itu, merunut angin, menurut pepohonan. aku merindukan hantu, yang menungguku meretas mesin-mesin kesepian. aku menjadi burung yang tak peduli kicauanku sendiri, namun pepohonan menari karena kicauanku. kujumpai hari yang biasa, di mana bulan semakin cantik dalam gelap, di atas tanah tak berhujan. sepanjang jalan, orang-orang mengajak berbincang, suaranya bermunculan, seperti kota asing, sengkarut massa, dan bulan kepagian. kalian bising, kalian asing. di pembaringan, dia mendendam pada bulan, menuliskan catatan di dinding, "tak lelahkah kau menahan airmata di langit itu? turunkanlah. aku ingin menari di bawah hujan, bersama akar, bernama debar. ini.". di raut wajahmu,, pelangi tak kukenal lagi.
---
[31.10.2012.day.milovich]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.