Kamis, September 13, 2012

Ruang Permainan Identitas dan Pertemanan Bebas-Nilai

Penulis Day Milovich | Kamis, September 13, 2012 | 19.45.00 |

Facebook and Philosophy: What's on Your Mind?
Publisher: Open Court Publishing Company
Editor: D.E. Wittkower
ISBN 978-0-8126-9675-2
---
Chaos theory menarik peristiwa induktif ke fenomena besar, sebaliknya, conspiracy theory mengandaikan ada skenario besar di balik semua peristiwa kecil.
Chaos theory itu semacam "apel jatuh" bagi Newton, lalu menghasilkan teori gravitasi, sedangkan conspiracy theory, lebih mirip fantasi sejarah keunggulan nusantara atau kebenaran agama. Tidak hanya politik.
Budaya pop, mengajarkan bagaimana membaca realitas, kadang secara genit, dari hal-hal kecil di sekitar, mengkomunikasikan teori-teori budaya ke dalam perbincangan. Contoh terbaik: jejaring sosial Facebook, menggunakan bahasa filsafat budaya pop.
Buku Facebook and Philosophy membincang Facebook dari segala sisi, dalam 25 chapter, ulasan para ahli lintas-disiplin-ilmu, yang tentu saja berstatus pemakai (bukan pecandu) Facebook.
Seperti umumnya pendekatan budaya pop, permasalahan di setiap chapter hanya kalimat tanya biasa, seperti: siapa pemakai Facebook? Mengapa mereka memakai Facebook? Ulasannya lebih menarik daripada pertanyaan.
Facebook dibuat dengan satu pertanyaan: "Apa yang sedang kamu pikirkan?"
Bagaimana seseorang membicarakan pikiran, pengalaman, serta perbuatan "sekarang" dari sisi dalam pelaku. Mengapa status "Saya sedang makan di Mc Donald" atau "gue lagi bete" menjadi penting, karena dinyatakan "diri" pelaku.
Permainan identitas, spectacle, pemetaan pertemanan (teman virtual, teman inbox, teman konsultasi, teman tanpa-syarat, dll.), penetapan etika pergaulan digital, kompetisi berkarya, aktivitas-pasivitas, telah menjadikan Facebook sebagai ruang permainan identitas sekaligus pabrik. Facebook menjadi contoh terbaik, bagaimana jejaring sosial ini menawarkan konsep pertemanan yang bisa menghapus batas geografis melalui hubungan virtual. Konsepsi tentang individu kemudian selalu dipandang secara sosial.
Sosialisme gagasan dan identitas dinamis, akhirnya menghasilkan perilaku "value-free" (bebas nilai) dan bergantung pertemanan. Seperti "mencolek" (poke), apa maknanya? Poke bisa menjadi semacam "misscall", ucapan "hai" non-verbal, menjadi permainan "colek-dan-colek-balik", maupun "nilai"nya tergantung pada konteks dan pelaku. Colekan mantan pacar, colekan di waktu malam, colekan tanpa comment, semua itu menetapkan nilai tindakan "netral". Facebook penuh dengan ruang kosong, menjadikan Facebook sebagai "ruang" dan "permainan". Terserah bagaimana Anda mengisi "Apa yang sedang kamu pikirkan?".
Buku ini saya dapatkan dari pasar gelap, sudah masuk katalog Library of Congress, diterbitkan dengan bahasa santai, mudah dimengerti. Diksi seputar Facebook, filsafat, quote, dimainkan wacana budaya-pop nan mengasyikkan.
Jika Anda ingin mengulas Facebook untuk penelitian, lebih memaknai pertemanan, dan sedang membentuk nilai sosial dari tindakan-tindakan Anda di Facebook (menulis, bercerita, memasang gambar, link, ataupun berbisnis), ada baiknya membaca buku ini. Jika teman Anda membenci Facebook, ada baiknya memberikan buku ini kepada mereka, atau melihat content Facebook and Philosophy di Google Books.
Jika Anda telah membacanya, ada baiknya share comment di sini bersama saya. :))
---
Info Buku: http://www.opencourtbooks.com/books_n/facebook.htm

Day Milovich,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.