Jumat, September 28, 2012

Mengatasi Penguntit di Facebook

Penulis Day Milovich | Jumat, September 28, 2012 | 00.28.00 |

ada orang yang suka menjadi stalker, penguntit. ke mana saja seseorang comment, diikuti.
teman orang yang diikuti, di-add pula. dia berusaha menyamakan pola (kapan orang ini biasanya facebookan), masuk ke kebiasaanmu. dia merasa lebih menjadi kamu daripada kamu sendiri.
hal yang paling menyenangkan bagi seorang stalker adalah: merasa aman. begitu yang diawasi gelisah, sedih, sakit, bahagia, dan tidak merasa diawasi, dia akan bersorak dalam hati. kalau dia mendapatkan "data" yang dia butuhkan, dia akan senang.
cara-cara penyamaran dilakukan. mengganti nama, menyiapkan "teman bersama", sampai membuat latar belakang palsu. lalu kalau dia berani, pura-pura memasuki inbox sekadar menyapa, memperhatikan jadwalmu main facebook, siapa teman dekatmu dia korek infonya. seorang stalker cenderung terobsesi pada detail. dia perhatikan hal kecil. emoticon senyum, caramu bercanda, dia perhatikan betul.
sayang sekali, kadang si pengawas ini tidak sadar kalau ada orang yang lebih pintar dari dia.
dia pakai foto mengambil dari internet, ternyata google bisa mencari kesamaan foto. dia sembunyikan emailnya, ternyata siapapun bisa kirimkan email ke inbox orang asalkan ketahuan username facebooknya. dia sksd (sok kenal sok dekat) dengan teman-teman kita, ternyata di antara teman-teman kita masih ada yang loyal. dia menjempol atau paling sering comment di mana, masih bisa dilihat dengan aplikasi tertentu. dia online tetapi pura-pura offline dengan tidak mengaktifkan chat, ternyata bisa diawasi dengan mudah.
satu hal yang dilupakan seorang stalker: belum tentu dia mengikuti perkembangan facebook. prinsip perkembangan di facebook selalu sama: orang pintar menemukan lubang facebook, baru kemudian facebook memperbaiki keamanannya.
---
suatu ketika,, seorang teman pernah gelisah ketika aktivitasnya bermain facebook diawasi orang lain. stalker, biasanya anonymous. sehingga teman saya tidak tahu: harus bagaimana?
---
anggap saja, ada satu stalker [penguntit] di antara sekian ratus orang di daftarmu.
1. tutup daftar temanmu. jangan bisa dilihat siapapun kecuali dirimu sendiri. sembunyikan aktivitas terkini (saat kamu comment, jempol, dll.),, karena dengan migrasi total ke bentuk facebook kronologi seperti sekarang, semua aktivitasmu bisa diperketat privacy-nya. ini pengaturan standard. memang sulit jika belum pernah, namun akhirnya akan terbiasa mengubah settings. mintalah temanmu mengajarkan caranya mengatur privacy, atau baca di internet. jangan pernah biarkan orang asing berpura-pura baik ikut membuka facebook-mu. saya menuliskan banyak artikel tentang cara mengamankan facebook,, lihat di blog saya.
---
2. sesekali buatlah status yang bisa dilihat teman dari teman. status yang menggoda jempol. maka stalker akan terkejut, dianggapnya kita berteman dengan orang-orang yang njempol status kita barusan. sesekali saja. itu pukulan psikologis buat seorang penguntit. saya selalu gunakan cara ini. meskipun bukan teman, orang lain bisa jempol status saya, bahkan bisa comment. sesekali saja.
jadi tidak akan ada pertanyaan, "kamu berteman dengan orang ini ya? berapa jumlah temanmu?" dia tidak akan bisa menebak. tidak harus di setiap status, sesekali saja peruntukkan statusmu untuk "teman dari teman" atau "semua orang".
---
3. jangan mudah ditebak, nanti kamu akan terjebak sama seleramu sendiri.
ada orang yang setiap hari upload foto menghitung jempol. ada facebooker yang selalu menulis puisi di status. ada yang selalu share link youtube. ada yang setiap kali facebookan selalui main angry bird dan mencari chip poker.
---
membuat gampang ditebak, akan mempermudah pekerjaan seorang stalker. buatlah pikirannya kacau, dengan menghargai seluruh bagian dirimu. marah adalah bagian hidupmu, tertawa adalah bagian hidupmu. siapapun yang mudah ditebak, hanya akan menjadi setitik manusia kebanyakan, tidak dikenang orang. facebook adalah ruang bermain, sekaligus museum umpatan, tempat memajang karya, reuni, fashion show, menertawakan-diri, melakukan pengakuan dosa, dst. kalau hanya menjadi satu sisi dari dirimu, atau homogen, atau gampang dipegang, kamu akan menjadi sasaran empuk seorang stalker.
pada langkah ini, saya memilih membuka-diri, membiarkan orang lain bisa berlangganan status saya, dan lebih sering tidak membatasi tulisan ke "hanya teman". hasilnya di luar dugaan: belum tentu orang comment negatif walalupun berkesempatan.
saat saya memberi pengertian kepada kawan-kawan lama dari sekola yang kemudian ketemu di facebook, mereka bisa menerima mengapa saya tidak confirm. mereka bisa menerima prinsip orang lain, dan selalu mengikuti perkembangan saya di beranda. padahal status saya juga semrawut. gak jelas isinya apa. bukankah lebih asyik broadcast di facebook lalu mendapatkan keakraban orang lain saat bertemu langsung? sampai sekarang tidak ada masalah dengan cara ini. saya juga tidak pernah merasa butuh akun lebih dari satu. cukup satu.
semakin kamu terbuka kepada dunia, penguntit manapun akan surut ke belakang.
---
4. apa yang terjadi jika penguntit itu pasangan kita?
ajaklah bermain facebook bersama. perlihatkan cara kita menulis status, kenalkan siapa teman-teman dekatmu, kalau perlu, perlihatkan bahasa yang kamu gunakan dalam komunikasi.
menguntit itu akan hilang kalau rasa penasaran hilang dengan cara meningkatkan rasa percaya.
jika yang terjadi sebaliknya, yaitu, pasanganmu sangat ketat, kamu tidak perlu merampas. cukup bertanya dengan datar, hal-hal yang ingin kamu tahu tentang dia.
terobsesi pada detail itu lebih tidak enak dibandingkan cemburu. itu sebabnya, lebih baik terbuka. terbuka berarti berbicara baik-baik, bukan bertukar password.
jika pasanganmu paranoid, itu baru masalah.
menguntit itu menular. sekali seseorang tertutup, dia akan mendapat serangan rahasia dari pasangannya.
kalau seseorang sudah membuatkan sebuah foto khusus (hanya bisa dibuka berdua) atau dibatasi (kamu tidak bisa ikutan melihat), maka itulah perlakuan khusus. kalau dia bilang bercanda dan sebatas teman tetapi merahasiakan "cinta emosional" dalam pertemanan, atau bertemu diam-diam, itulah masalah. kalau dia hanya berani bicara singkat dan tidak mau ceritakan dirimu kepada orang lain,, jelaslah bahwa pasanganmu itu paranoid, ketakutan. jelas sekali dia rela menyediakan waktunya untuk semua orang, namun tidak membiarkan dirimu muncul di antara teman-temannya. maka sangat wajar jika seorang pacar marah.
keterbukaan dan kejujuran itu lain. jujur itu hanya menceritakan sebagian hal, sebatas menjawab pertanyaan. terbuka itu sepenuh hati, memberi pengertian, tanpa harus membeberkan semua detail.
---
contoh jujur:
Q : kamu semalam buka fb?
A : tidak.
*) memang tidak, tetapi dia ym-an.
Q : siapa joni?
A : teman biasa.
*) statusnya: teman.
---
contoh terbuka:
Q : kamu semalam buka fb?
A : tidak. yang jelas aku tidak melakukan sesuatu yang menggelisahkan kamu.
Q : siapa joni?
A : temanku. dia suka aku, tetapi aku bisa atasi dia.
---
terbuka membuatmu tidak ketakutan, tidak pula menuduh pasanganmu pencemburu, tidak membuatmu merasa "diserang" pasanganmu sendiri. kamu akan menjawab apa saja dengan tenang. sikap tidak terbuka adalah benih orang mengawasi dan diawasi.
---
semakin kamu membuka diri dalam batas-batas tertenu, orang akan merindukan statusmu. yang sedih akan tertawa dengan candamu. pasanganmu bangga saat melihat apa yang kamu lakukan.
---
setiap orang memang berhak dengan facebooknya sendiri-sendiri, namun begitulah cara saya mengatasi stalker [penguntit]. ada yang bisa menerima, ada yang asyik dengan persembunyiannya. mengikuti hidup orang lain itu nggak nyaman. buat orang-orang yang pernah mengawasi saya dan beberapa teman dekat saya, ketahuilah, sekeliling saya itu tidak homogen. ada lingkaran pertemanan yang berlainan, berseberangan, mereka kadang tidak saling kenal. kalian juga tidak tahu seberapa akrab saya dengan orang-orang di daftar pertemanan saya. berhentilah menjadi penguntit.
kalau tidak merasa aman saat berteman dengan saya, kenapa tidak di-remove saja? :)
---
day milovich,,
webmaster, artworker, your friend.

1 komentar:

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.