Sabtu, November 05, 2011

Mereka yang [tidak] Gagal Lagi

Penulis Day Milovich | Sabtu, November 05, 2011 | 12.34.00 |



Aku berdiri di antrian, menunggu bungkusan es untuk mengawali buka puasa. Perut perih, batin merintih. Tidak ada keluarga, tidak kenal siapa-siapa di masjid itu. Di depanku lelaki gendut yang sama-sama menunggu bungkusan es.
Setelah menikmati buka puasa, belum terpikirkan sama sekali, akan makan malam dengan apa.
Aku duduk di teras masjid.
Suara seorang lelaki di sampingku, lembut terdengar, seperti tepat di telinga kananku. Mungkin dia sedang bercakap-cakap dengan orang di sampingnya, yang tidak aku toleh sama sekali. Untuk apa cerita dan nasehat, untuk apa kalimat jika tidak memberikan apa-apa.
Aku tidak akan menoleh.
Suara itu terdengar jelas,

"Banyak orang gagal berpuasa, karena menghakimi dirinya sendiri saat berpuasa. Mereka telah berniat, namun di siang hari marah. Setelah marah, dia berkata kepada dirinya sendiri, "Aku sudah batal karena marah.".


Atau saat tidak memegang uang, dia menerima tawaran untuk membatalkan puasa, hanya karena tidak tahu, nanti akan berbuka puasa dengan apa. Atau merasa dirinya tidak sempurna karena jarang shalat lima waktu, sehingga merasa tidak berguna berpuasa.
Tidak ada alasan menghentikan apa yang sedang kamu usahakan, seberat apapun itu. Bukan kamu yang mengurus marahmu, bukan kamu yang menentukan rizqimu sendiri saat berbuka puasa.
Berbuatlah adil pada dirimu yang sedang menginginkan puasa, jangan menoleh kepada orang lain, jangan mengukur dirimu dengan apa yang terlihat di televisi. Biarlah Allah yang mengurus semuanya. Puasa ini untuk dirimu sendiri."
Aku menoleh. Tidak ada siapa-siapa di sampingku.

Day Milovich

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.