Sabtu, November 05, 2011

Logika itu Kejam

Penulis Day Milovich | Sabtu, November 05, 2011 | 08.40.00 |



Logika itu Kejam

Trackball di ponselku tadi malam tidak bisa mengarahkan kursor ke arah vertikal, atas dan bawah. Pesan melebihi 150 karakter menjadi tidak terbaca. Sering persoalan teknis yang berasal dari disfungsi mekanis ini menciptakan keterasingan, komunikasi menjadi terhambat, aku menjadi cerewet kepada diriku sendiri dan orang-orang yang sedang berkomunikasi denganku.
Jutaan orang yang tidak bisa dipantau oleh manusia, akhirnya menggunakan pikiran para analis dan programmer yang mengatur komunikasi di Facebook dengan code yang mereka buat. Manusia menjadi semakin sibuk mempertahankan keremajaan kulit, menikmati lagu memory, dan memikirkan bagaimana mempertahankan orgasme.
Sepertinya, orang tidak perlu semuanya berpikir. Menjadi setengah sadar, sudah cukup baik asalkan hidup menjadi semakin baik. Beradaptasi dengan teknologi saja sudah bagus dan dianggap beradab (civilized), tidak perlu semuanya menjadi pemikir. Menikmati karya teman saja sudah capek dan menghabiskan waktu, tidak perlu semuanya resah dengan pertanyaan "Apa yang sedang Anda pikirkan?".
Jejaring sosial Facebook masih menciptakan delirium, atau setidaknya pasar malam di kepalaku. Aku menjadi resah dengan kenangan, cemas menghadapi masa depan, diikat kesementaraan yang membawaku lari dari gambar ke gambar, kata ke kata, sibuk "membaca" bagaimana orang-orang berbicara tentang pengalaman dari sisi pelaku. Entah itu sungguhan atau tidak. Ekspresi dan luapan yang tidak pernah selesai. Betapa jauh harus diatasi, dilampaui. Betapa makan, bekerja, dan berdoa, harus ditampakkan kepada publik.
Komunikasi ini sudah di-scoring dengan statistika yang [menurutku] harus memenuhi kaidah kekejaman logika. Aku mencantumkan jenis kelamin laki-laki, akan ditandai sebagai angka 1, perempuan 2, dan seterusnya. Ada menu pertolongan dan autoresponder yang akan menanggapi apapun yang aku lakukan. Singkatnya, komunikasi di jejaring ini melibatkan logika yang dalam beberapa sisi sangat kejam.
Tiba-tiba, aku mendapatkan pesan: "Akun Anda untuk sementara dikunci." Seperti trackball ponsel yang ngadat, namun ini kali bukan persoalan mekanis. Ini tentang logika pemrograman.
Aku tidak terkejut sama sekali. Pasti ini persoalan teknis.
Hanya karena aku mengirimkan tiga pesan inbox bersambung, tanpa delay (jeda), Facebook menganggap aktivitas ini sebagai aktivitas heuristic, yang bisa dianggap bukan manusia yang melakukannya. Demi keamanan Anda, akun dikunci. Seperti tanpa sebab. Seperti bukan manusia yang melakukannya.
Mesin itu sedang berbicara kepadaku.

Logika memang kejam. Nietzsche pernah mengkritik silogisme, metode pengambilan kesimpulan, yang memakai P maka Q, Q maka R, dan [menghasilkan} P maka R. Kata dia, tidak ada "alasan" mengapa Q ini yang diambil, R ini yang dipakai. Logika menjadi semacam "cara menjelaskan hasil", bukan lagi "kaidah berpikir".
Selain itu, seringnya, logika memang ahistoris, tidak mengenal sejarah, pengalaman, sebab semuanya telah diberi pin, dikasih score.
Itulah 2 (dua) hal yang tak-logis pada logika.


Kalau kamu marah kepada kawanmu karena tidak menjawab inbox, itu nomor 76998. Kalau kamu memberi comment panjang, itu yang aku tunggu. Kalau kamu memaksakan logika, kamu akan marah saat account disabled. Padahal bisa jadi, ini hanya persoalan teknis.
Pagi ini aku masih tersenyum, membangunkanmu, menikmati musik, dan bicara panjang dengan kawan-kawan. Hari masih berjalan normal. Semua catatan dan gambar masih tersimpan di folder /Facebook.2011 :))
Kapanpun aku bisa membuat account "seperti" account lama, sebab aku adalah pemilik account yang sesungguhnya.
Mesin itu bicara kepadaku, menjalankan logikanya sendiri. Kawan-kawanku masih mengerti, "aku adalah aku", apapun bajunya.
Kalau modem sudah dinyalakan, jangan marah.
Belakangan, temanku memberikan tips manjur agar trackball di ponsel bisa kembali normal: ambil minyak kayu putih, oleskan di ibu jari, terus gunakan untuk memutar-mutar trackball. Bola bundar itu kembali normal. Bersamaan itu pula, account facebook saya sudah balik lagi.
---
Day
Lasem, 8:07 AM 9/9/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.