Sabtu, November 05, 2011

Jika Kau Sakit

Penulis Day Milovich | Sabtu, November 05, 2011 | 10.34.00 |



Jika kau sakit, kau hanya membutuhkan penyembuh.
Tak perlu berlama-lama menikmati pengalaman sakit, merasakan hikmah dari rasa sakit. Hidupmu bukan untuk dirimu sendiri, ada milyaran makhluk hidup dalam tubuhmu.
Bagaimana kau bilang akan peduli pada orang lain, jika sel tubuh dan bakteri jahat kau biarkan bertarung seperti itu. Bagaimana kau sibuk menempuh khusyuk doa, jika kau jarang menggandeng tangan orang-orang di sekitarmu. Kau melihat langit, dibimbing langit, jangan lupakan tanah dan jagat renik yang menumbuhkan buah untukmu.
Kau sibuk menjelaskan kepada semua orang tentang sakitmu, sampai gunung yang tak kau daki, matahari yang tak kau lihat di saat fajar, kau reduksi hanya menjadi kata, dalam syair-syair yang menegaskan rasa sakit dan sedihmu.
Keadaan yang tidak berubah dalam tubuhmu hanya akan membawamu lari pada dirimu sendiri, menjadi topeng yang menutupi hubunganmu dari semua orang.

Jika kau sakit, kau hanya membutuhkan penyembuh.
Bukan hanya teman yang mendengarkan ceritamu, yang kamu anggap pengertian terhadap keburukan dan kebebasan yang dilindungi hubungan pertemanan.
Bagaimana kau bisa mendekati kekasih yang kamu cintai, jika semua orang mendengarkan ceritamu, yang diceritakan lagi dari mulut mereka.


Jika kau sakit, kau hanya membutuhkan penyembuh. Kadang itu berupa garam dari tujuh laut, atau besi panas yang akan membawamu pada sebuah pintu, kehidupan berikutnya.
Jika kau sakit, datanglah pada kekasihmu, dia akan menyembuhkan rindumu. Tak guna beratus puisi. Tak terlalu faedah doa-doa indah untuknya, jika rindumu hanya rintihan perpisahan.
Kau hanya memerlukan pertemuan, membiarkan matamu melihat dia sebagaimana dia, menikmati makanan di lidahmu dengan lidahnya. Dalam satu jamuan, satu pelukan, dan sebaris percakapan. Tinggalkan saja semua puisi itu, kembalilah pada sakitmu.
Datang dan jemputlah dia, lebih karib dari penyakit yang melekat di tubuhmu, "Aku sangat merindukanmu. Kaulah sakitku yang paling menyehatkan. Racunku yang paling menghilangkan haus. Kaulah pintu yang aku masuki. Aku tak akan masuki dunia manapun tanpamu."
---
3:00 AM 10/3/2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.