Sabtu, November 05, 2011

Filsafat Sponge's Bob: Masalah adalah Inspirasi Mencapai Kebahagiaan

Penulis Day Milovich | Sabtu, November 05, 2011 | 12.19.00 |



Filsafat Sponge's Bob: Masalah adalah Inspirasi Mencapai Kebahagiaan (Book Review)

Judul Buku : Sponge's Bob and Philosophy (Soaking up Secrets under the Sea)
Editor: Joseph J, Foy
ISBN: 9780812697353
Classification: Philosophy Nonfiction
Publisher: Open Court
Language: English


Dasar Laut yang Penuh Kebahagiaan, Tempat Cerita Berasal
Sponge's Bob selalu bahagia. Kalaupun dia menangis, dia gampang terkejut dan menemukan gagasan (sekecil apapun), lantas merubah suasana dan alur cerita menjadi semangat untuk bahagia.
Pada episode "Truth of Square", dia bilang, "Saat kamu *sedang* melakukan sesuatu yang kamu cintai, dan kamu bangga melakukannya, maka kerja menjadi seperti bermain.".
Menggembirakan, bahagia, apapun masalahmu.

Etika Sponge's Bob: Pengalaman dan Keseimbangan
Aristoteles mendefinisikan kebahagiaan sebagai keadaan "eudaimonia", ceria dan hidup dengan baik. Kalau ingin bahagia seperti itu, jadilah tuan bagi dirimu sendiri. Sponge's Bob memilih temannya sendiri, memilih seleranya, dan memilih segala hal yang ingin dianggapnya sebagai "masalah". Uniknya, semua masalah dihadapi Sponge's Bob dengan cara yang selalu berbeda.
Etika Aristoteles adalah "virtue" dan "vice", kebaikan yang berdiri setimbang, di antara dua hal yang ekstrem. Atau kondisi yang tidak berimbang: tuan Krab yang terobsesi dengan kekayaan ("Hai, Namaku Krab. Aku suka uang!"), seniman kasir yang eksentrik ("Tidak bisakah kau membiarkan aku tenang, Sponge's Bob?"), Sandy yang tergila-gila pada sains ("Semua bisa diatasi dengan pengetahuan"), genius kriminal Plankton yang ingin mencuri resep rahasia Krusty Krab, atau si lugu Patrick, sahabatnya, ("Aku lebih memilih persahabatan daripada pengetahuan").

Representasi Urban
Hampir semua orang, seperti ini, di antara pertemanan yang tarik-menarik, kerumunan kondisional, identitas yang plural. Sponge's Bob dan segala tindakannya, adalah representasi kebanyakan orang. Sampai di sini pula, melihat Sponge's Bob adalah melihat kebanyakan orang.
Moralitas Sponge's Bob adalah belajar dari pengalaman-pengalaman kecil, terjebak dalam prasangkanya sendiri, namun dia tidak pernah gagal menjadi seorang bos. Bagi dirinya sendiri. Sponge's Bob mengerti, dirinya tidaklah sempurna, tetapi selalu tersenyum senang setiap masalah berhasil dia atasi.

Will to Power Nietzsche dan Tawa Sponge's Bob
Jika Anda perhatikan episode demi episode, tampaklah Sponge's Bob yang tidak pernah menggunakan pikiran ataupun persepsi orang lain. Dia lebih memilih terjebak oleh asumsinya sendiri, yang sering mendatangkan masalah itu. Dia tidak pernah mengatakan kebenaran verbal.
Tontonan semacam ini yang akhirnya menembus bawah-sadar penonton. Justru Sponge's Bob berhasil melakukan sentilan dan sindiran yang membuat penonton menertawakan dirinya sendiri. Berbeda dari kebanyakan lelucon di televisi dan film Indonesia yang masih bertaraf "clown" (menciptakan badut yang menjadi bahan tertawaan) atau lelucon "zoom-out" (yang dilembagakan melalui tontonan sketsa), baru lucu setelah kamera di-zoom-out.

Menemukan Kegelapan dan Tuan Bagi Diri Sendiri
Menerima realitas yang mengenaskan dari seorang koki pengalah, berarti membuka kedok keseharian diri. Sponge's Bob pernah berkata, "Aku menemukan kegelapan dalam diriku. Aku gembira menemukan kegelapan itu, tetapi aku harus selesaikan ini, agar hariku menjadi indah."
Dia bukan malaikat yang penuh cahaya, melainkan si lemah yang memiliki "will to power" untuk menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Sponge's Bob membebaskan dirinya dari dari konsep "master-slave morality".
Sponge's Bob tidak berada di bawah tekanan Kantian morality yang menganggap "memenuhi kewajiban adalah moralitas tertinggi", sebab baginya, nilai sosial hanyalah bentukan, butuh improvisasi, bukan tetapan sebelum bertindak, ataupun konstanta sebuah reaksi atas perlakuan orang lain. Sponge's Bob selalu menemukan "jalan" di balik semua perlakuan orang-orang itu. Jalan menuju kebahagiaan. Jalan yang tidak pernah sama. Jalan yang tidak mengadili orang lain.
Teriakan singkat yang sering dia ulang, "Aku adalah Sponge's Bob yang bahagia". Sponge's Bob adalah contoh yang baik dari "will to power"nya Nietzsche, jika dipandang dari sisi penolakan cogito Cartesian dan moralitas Kantian.

Lihatlah bagaimana si kecil ini mengatasi kelicikan Plankton, menikmati lembur tanpa uang, mendengarkan ocehan Patrick yang lamban di telepon, atau bersabar dengan semua tindakan Squidward yang cenderung menolak kebaikannya, atau ubur-ubur yang selalu mengajaknya bermain, feminitas Sandy, dan Super-Plankton yang jenius.

tentang Buku ini
Buku Sponge's Bob and Philosophy terbitan Open Court Book berhasil mencairkan wacana filsafat yang penuh dhttp://www.blogger.com/img/blank.gifiksi rumit, tentang kebahagiaan, humor, serta kemanusian, dengan pembahasan danhttp://www.blogger.com/img/blank.gif pembahasaan yang mudah dipahami. Ada tiga bagian dalam buku ini, keseluruhannya ada 15 bab, dan 215 halaman, berisi tulisan dari para kontributor yang bersemangat menggali filsafat Sponge's Bob. Budaya pop Amerika kembali menetapkan kerajaannya lewat Sponge's Bob di stasiun televisi di seluruh dunia, sejak Nickleodeon pada tahun 1999 mengusung topeng bajak laut yang mengucapkan salam kepada para penontonnya, anak kecil maupun orang dewasa.

Postscript
Jika Anda seorang ibu yang sering menemani anak Anda makan sambil menonton Sponge's Bob, buku ini adalah panduan yang sangat baik. Jika Anda seorang akademisi yang ingin meneliti lebih jauh seputar filsafat, budaya pop, dan pasar tontonan, ada baiknya menilik kedalaman ulasan buku ini. Jika Anda tidak menyukai Sponge's Bob, cobalah menonton beberapa episode bersama buku ini. Jika Anda menyukai Sponge's Bob, Anda perlu menuliskan catatan atau komentar tentang kesan Anda terhadap serial Sponge's Bob. Bersama saya dan jutaan orang di seluruh dunia.

Detail buku ini akan lebih terasa jika Anda membacanya sendiri. :))
Are you ready, Kids? Aye, aye, Captain!
---
Semarang, 4:47 AM 8/22/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.