Sabtu, November 05, 2011

Filsafat Kungfu Panda: Meditasi dengan Mata Terbuka dan Ilusi atas Kendali

Penulis Day Milovich | Sabtu, November 05, 2011 | 08.40.00 |



Filsafat Kungfu Panda: Meditasi dengan Mata Terbuka dan Ilusi atas Kendali
---
Tidak ada masalah yang mandiri, hampir pasti semua masalah itu terhubung secara kompleks dengan masalah lain. Sayangnya, cara pandang terhadap kenyataan (realitas) masih sering terkurung dalam obyektivitas. Masalah dianggap sebagai obyek yang sedang dipecahkan, harus dikendalikan.
Tidak jarang pula, diri seseorang sering terpecah menjadi banyak sekali identitas yang sulit ditangani sendiri. Masalah apapun itu, adalah bagian dari kompleksitas diri seseorang.
Diri yang sedang mengalami "sekarang". Bukan kemarin ataupun nanti.

Master Oogway dalam film "Kung Fu Panda 1" menegur Master Shifu yang sedang dilanda masalah, untuk tidak dibelenggu oleh "ilusi atas kendali". Seberat apakah masalah yang dialami Master Shifu?


Master Shifu yang tidak memiliki anak, mendapatkan macan berbakat yang kelak disebut Tai Lung. Macan kecil ini akhirnya yang tumbuh di lingkungan biara Master Oogway. Tai Lung menjadi pesilat tanpa-tanding. Sayangnya, dia sombong dan iri hati, ingin mendapatkan gulungan rahasia yang kelak akan diberikan Master Oogway kepada "yang terpilih". Master Oogway mengalahkan Tai Lung, hingga jagoan ini dipenjara dengan keamanan maksimum. Selama menunggu masa tahanan Tai Lung, semua orang di biara sibuk dengan persiapan.
Master Oogway sedang mengumpulkan semua penghuni biara. Dia akan memilih Ksatria Naga, sesuai petunjuk dari langit. Yang dipilih adalah Po, panda lugu yang sejak kecil diajari ayahnya membuat tahu dan mie. Po turun dari langit karena peristiwa tak sengaja, namun begitulah perintah dari langit. Po dipilih sebagai Ksatria Naga.
Masalah terbesar, tentu saja datang kepada Master Shifu. Tidak terbayangkan betapa beratnya.

1
Dia yang lama merindukan anak, setelah mendidik anak angkat ternyata menjadi pendekar penentang biara, dipenjara gurunya, dan ditetapkan sebagai musuh masyarakat.

2
Master Shifu harus menyiapkan lima pendekar lagi (Tigress, Crane, Monkey, Mantis, dan Viper), untuk mengantisipasi amukan Tai Lung. Mereka bukan tandingan Tai Lung. Hanya mentalitas guru sejati yang mau mendidik yang biasa, agar menjadi di atas rata-rata. Mata hati seorang guru, selalu melihat, menemukan, dan menggali bakat. Betapa pedihnya menyiapkan sebuah pasukan yang hanya akan menjadi korban (victim) dari keganasan Lung, bukan sebagai tumbal (martyr) dari sebuah konflik. Seorang guru sejati, menjalankan peran manusia agar manusia itu benar-benar hidup, walaupun yang disebut "hidup" kadang berarti mati yang berarti untuk orang lain.

3
Master Oogway yang sakti, yang telah mengantarnya pada pengalaman dan kehidupan, justru meninggalkan Master Shifu. Orang sakti itu harus pergi. Bagaimana rasanya kamu mengetahui rumitnya masalah, namun ternyata kamu tidak punya solusi? Sedangkan guru yang kamu percaya, justru pergi meninggalkanmu?
---
Oogway: Sahabatku, Panda itu tidak akan pernah penuhi takdirnya, ataupun kau penuhi takdirmu sampai kamu hilangkan ilusi tentang kendali
Shifu: Ilusi?
Oogway: Ya
[menunjuk ke pohon persik]
Oogway: Lihatlah pohon ini, Shifu. Aku tidak bisa membuatnya berbunga saat pohon ini menggugatku, aku juga tidak bisa membuatnya berbuah sebelum masanya.
Shifu: Namun ada hal-hal di mana kita *dapat* mengendalikan: aku bisa mengendalikan kapan buahnya jatuh, aku bisa mengendalikan di mana aku tanam bibitnya: tidak ada khayalan, Guru.
Oogway: Ah, benar. Namun tidak peduli apapun yang kamu lakukan, bibit itu akan tumbuh menjadi pohon persik. Kamu mungkin inginkan pohon itu menjadi apel ataupun jeruk, tetapi kamu hanya akan peroleh persik.
Shifu: Tetapi persik tidak bisa kalahkan Tai Lung!
Oogway: Mungkin dapat, jika kamu berkehendak menuntun, membesarkan, dan meyakini.
Shifu: Tetapi bagaimana caranya? Bagaimana? Aku membutuhkan bantuanmu, Guru.
Oogway: Tidak, kamu hanya perlu meyakini. Berjanjilah padaku, Shifu, berjanjilah kamu akan meyakini.
---
Master Oogway moksa. Jasadnya lenyap, suaranya melirih, pergi ke langit.

4
Master Oogway meninggalkan sebuah beban, sebuah suratan takdir berupa: Po. Panda yang terpilih sebagai Ksatria Naga (Dragon Warrior), yang akan menjadi penyelamat perguruan. Po yang tidak berbakat, harus ditempa dalam waktu singkat, mengalahkan anak angkatnya sendiri, Tai Lung. Hanya mentalitas seorang Bisma, kakek para ksatria keturunan bharata yang ditakdirkan menyaksikan pertempuran para penerusnya. Namun ini kali, Shifu harus menempa dengan tangannya. Dia hanya berbekal satu nasehat Master Oogway: meyakini (to believe).
---
Po juga menolak tugas berat itu. Siapa yang mau dibebani dengan tanggung jawab menyelamatkan biara? Siapa yang mau mengubah kebiasaan makan mie menjadi belajar kung fu untuk mengalahkan musuh? Siapa yang tidak terkejut jika tiba-tiba Master Oogway menunjukmu sebagai "Ksatria Naga"?
Po telah mendapatkan nasehat terbaik dari Master Oogway.

Po: Mungkin aku harus keluar saja dan kembali membuat mie.
Oogway: Keluar, jangan keluar? Membuat mie, jangan membuat mie? Kamu terlalu mengkhawatirkan apa yang "sudah" dan apa yang "akan". Ada ujaran: kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, namun sekarang adalah pemberian. Itulah sebabnya disebut "sekarang."


Jangan berpikir berdasarkan perbedaan: keluar atau tidak keluar, membuat mie atau tidak membuat mie. Dalam suatu saat (the moment) yang terjadi sekarang (present), seseorang selalu berada dalam identitas yang sangat kompleks.
Po adalah panda yang ditunjuk, sekaligus doyan mie, sekaligus tidak mau, sekaligus ingin mempelajari kung fu tanpa jenjang yang umum. Banyak "sekaligus" dalam diri seseorang, dalam "sekarang".
---
Kalau seseorang bisa keluar dari "pembedaan" dan "perbedaan" semacam ini, maka dia dapat melampaui (beyond) temporalitas waktu.
Kesadaran atas diri yang sekarang inilah, yang sering tidak disadari. Lebih banyak yang sibuk dengan kemarin (ah, betapa indahnya kemarin) dan yang akan datang (jam berapa besok kita ketemuan?) sehingga menyerap diri dalam alam antara.
Sekarang yang hilang, kini yang dilupakan. Menentang meditasi, tenggelam dalam persepsi dan kebutuhan.
---
Itulah sebabnya, Master Oogway berpesan kepada Po, untuk mengatasi temporalitas waktu, agar panda ini menggunakan keahlian makan sebagai jalan menuju ilmu kungfu yang kelak bisa mengalahkan Tai Lung.
---
Po di bawah bimbingan Master Shifu berhasil. Keduanya telah "meyakini" (to believe) jalan menuju kemenangan.
Po tidak terkejut ketika melihat gulungan rahasia yang selama ini diperdebatkan semua orang, tidak lebih dari sebuah kertas kosong. Cermin untuk melihat diri-sendiri.
Diri adalah ruang yang terus berputar, menjadi identitas kompleks, yang selalu mengalami "sekarang". Justru dengan kompleksitas identitas diri inilah, masalah apapun bisa diatasi.

Ribuan website yang mengutip nasehat Master Oogway kepada Po, memenggal kutipan. Ini yang biasa dikutip orang-orang:
,,,,,,, kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, namun sekarang adalah pemberian. Itulah sebabnya disebut "sekarang." ,,,,,,,


Setiap membaca kutipan di atas, saya selalu tertawa dalam hati. Beginilah kalau orang tidak melihat film Kung Fu Panda 1 dengan tuntas.
Kalau Anda mengutip dengan cara di atas, berarti membeda-bedakan kemarin, besok, dan sekarang. Kutipan itu tidak utuh dan bertentangan dengan pesan sesungguhnya dari Master Oogway.
Ini kutipan utuhnya:
---
,,,,,,, Keluar, jangan keluar? Membuat mie, jangan membuat mie? Kamu terlalu mengkhawatirkan apa yang "sudah" dan apa yang "akan". Ada ujaran: kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, namun sekarang adalah pemberian. Itulah sebabnya disebut "sekarang." ,,,,,,,
---
Tujuan Master Oogway menasehati Po dan Master Shifu adalah: melampaui diri agar terbebas dari "pembedaan" dan "perbedaan" realitas. Agar tidak terlalu mengkhawatirkan perbedaan antara yang sudah dan yang akan terjadi. Lepas dari temporalitas. Agar dapat mencerap pengalaman total atas apa yang sedang terjadi "sekarang".
Itulah cara mengatasi ilusi atas kendali, yang sering disebut sebagai: masalah. Itulah meditasi dengan mata terbuka.
---
:))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.