Sabtu, November 05, 2011

Filsafat Facebook: Ruang Permainan Identitas dan Pertemanan Bebas-Nilai

Penulis Day Milovich | Sabtu, November 05, 2011 | 11.41.00 |



Filsafat Facebook: Ruang Permainan Identitas dan Pertemanan Bebas-Nilai
(Catatan tentang Buku "Facebook and Philosophy")

Facebook and Philosophy : What’s on Your Mind?
Publisher: Open Court Publishing Company
Editor: D.E. Wittkower
ISBN 978-0-8126-9675-2


Chaos theory selalu menarik peristiwa induktif ke fenomena besar, sebaliknya, conspiracy theory selalu mengandaikan adanya skenario besar di balik semua peristiwa kecil.
Chaos theory itu semacam apel jatuh bagi seorang Newton, yang bisa menghasilkan teori gravitasi, membuat besi terbang dan kapal induk mengarungi lautan. Sedangkan conspiracy theory, lebih mirip fantasi sejarah keunggulan nusantara atau kebenaran dalam agama. Tidak hanya politik.
Budaya pop, mengajarkan bagaimana membaca realitas, kadang secara genit, dari hal-hal kecil di sekitar, mengkomunikasikan teori-teori kebudayaan ke dalam perbincangan santai. Contoh terbaiknya adalah jejaring sosial bernama facebook, sedangkan bahasanya tentulah filsafat kebudayaan pop.

Buku ini membincang facebook dari segala sisi, disajikan 25 chapter dari para ahli lintas disiplin ilmu, yang tentu saja berstatus pemakai (bukan pecandu) facebook.

Seperti umumnya pendekatan budaya pop, permasalahan yang diajukan dalam setiap chapter hanyalah kalimat tanya yang sangat biasa: siapa yang memakai facebook dan mengapa mereka memakai facebook?
Facebook dibuat dengan satu pertanyaan singkat: apa yang sedang kamu pikirkan? Bagaimana seseorang membicarakan pikiran, pengalaman, dan perbuatannya "sekarang" dari sisi dalam seorang pelaku. Mengapa status "Saya sedang makan di Mc Donald" dan "gue lagi bete" menjadi penting? Karena "diri" menyatakan suatu tindakan dari sisi pelaku, entah lebay atau tidak, entah atas dasar pertemanan atau permusuhan.

Permainan identitas, spectacle, pemetaan pertemanan (teman virtual, teman inbox, teman konsultasi, teman tanpa-syarat, dll.), penetapan etika pergaulan digital, kompetisi berkarya, aktivitas dan pasivitas, telah menjadikan facebook sebagai ruang permainan identitas dan pabrik.


Facebook menjadi contoh terbaik, bagaimana jejaring sosial ini menawarkan konsep pertemanan yang bisa menghapus batas antara ranah geografis (yang disebut dunia nyata) dengan hubungan virtual. Konsepsi tentang individu kemudian akan selalu dipandang secara sosial.

Sosialisme gagasan dan identitas yang selalu bergerak, akhirnya menghasilkan perilaku yang value-free (bebas nilai) dan bergantung pada pertemanan.
Seperti "mencolek" (poke), apa maknanya?


Poke bisa menjadi semacam "misscall", ucapan "hai" yang non-verbal, permainan "colek-dan-colek-balik", dan nilainya tergantung pada konteks dan pelakunya. Colekan mantan pacar, colekan di waktu malam, colekan tanpa comment, semua itu menetapkan nilai tindakan yang tadinya "netral". Facebook penuh dengan ruang kosong yang membuatnya menjadi "ruang" dan "permainan". Terserah bagaimana Anda mengisi "Apa yang sedang kamu pikirkan?".
---
Buku Facebook and Philosophy terbitan OpenCourtBooks ini, saya dapatkan dari pasar gelap, sudah masuk katalog Library of Congress, dan diterbitkan dengan bahasa santai, mudah dimengerti. Diksi seputar facebook dan quote dari para filosof, dimainkan oleh wacana budaya pop yang selalu mengasyikkan.
---
Jika Anda pemakai Facebook yang ingin mengulas facebook untuk penelitian, lebih memaknai pertemanan, dan sedang membentuk nilai sosial dari tindakan-tindakan Anda di facebook (menulis, bercerita, memasang gambar, link, ataupun berbisnis), ada baiknya membaca buku ini. Jika teman Anda membenci facebook, ada baiknya memberikan buku ini kepada mereka.
Jika Anda telah membacanya, ada baiknya share comment di sini. :))
---
Semarang, 13 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.