Kamis, Desember 09, 2010

Mempertanyakan Strategi Chrome Notebook Google di Pasar Operating System Dunia

Penulis Day Milovich | Kamis, Desember 09, 2010 | 18.46.00 |



Saya sempat mencoba Chrome Notebook, Google OS, dan fasilitas gratisan Google yang ditanam secara online di mesin ini. Tampaknya, strategi Google ini perlu dipertanyakan. Google melakukan hal yang tidak masuk akal.
Setelah meluncurkan toko buku online dan melakukan update Google Chrome,, google pamer product lagi, berupa Chrome Notebook. Pernyataan resmi Google mengatakan, netbook (begitu dia menyebut) terbilang istimewa. Jika Anda menutup lid (monitor notebook) maka netbook shutdown/logoff dan Anda bisa teruskan lagi pekerjaan di tempat lain. Aplikasi desktop disingkirkan dari notebook ini, sehingga loadingnya menjadi lebih cepat. Dokumen dapat dikerjakan secara online, ada feature backup otomatis. Tentu saja, dengan browser Google Chrome yang beberapa waktu lalu sudah diupdate dengan 800 perbaikan dari versi sebelumnya.
Pasalnya, saya tidak menemukan hal istimewa dari feature yang ditawarkan Google. Melalui pengaturan Power Options di Control Panel, semua laptop dapat disetting agar melakukan shutdown ataupun logoff ketika lid (monitor laptop) ditutup. Semua orang juga membaca pengumuman Google bahwa Google Chrome, Google Notebook, ataupun backup online itu dapat dilakukan tanpa laptop ini. Apa jadinya melakukan backup otomatis di "semua" document yang berkaitan dengan informasi sensitif tentang apa yang sedang Anda kerjakan. Selain tidak istimewa, orang juga akan berpikir dua kali jika menyimpan dokumennya di rak publik.
Menurut saya, Google juga riskan mempertaruhkan identitasnya ketika aplikasi dekstop disingkirkan dari notebook ini, mengingat, keberhasilan operating system Macintosh, Linux, dan Windows yang terpasang di komputer manusia di bumi, terbentuk karena pencitraan identitas, bukan semata-mata memperhatikan fungsionalitas. Biarpun Windows dikritik, tetap saja dia bersaing dengan Macintosh dan Linux, karena bisa memainkan fanatisme identitas. Singkatnya, tidak ada lagi para gadis yang meminta diadakan migrasi operating system dari Windows XP ke Windows 7, walaupun alasan mereka tidak masuk akal: menyukai tampilan Windows 7. Tidak peduli dengan "system requirements" yang disyaratkan Windows 7.
Bisakah Google mengalahkan pasar jika memakai strategi penghapusan identitas? Saya meragukannya. Saya tidak bisa menemukan keistimewaan Chrome Notebook yang mengusung semua fasilitas gratisan Google dan operating system bernama Google OS. Bagaimana dengan Anda?
Simak videonya di Youtube tentang Chrome Notebook. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda bisa berkomentar tanpa perlu login.

 
Day Milovich (c) 2013. Diberdayakan oleh Blogger.